Categories
Buletin Pasar Pasar Desa Nirmala Pasar Kowen Sidokarto Tak Berkategori

Buleti Pasar Nirmala : Edisi 3 Cerita Pedagang – Ibu Fitriana

Selain tempat terjadinya transaksi jual beli antara pedagang dan pembeli , pasar juga merupakan tempat dimana beberapa orang menggantungkan hidupnya di tempat tersebut. Dan didalam sebuah lingkungan pasar pastinya ada sebuah kehidupan social yang terjalin antar sesama pedagang pasar, karna setiap pedagang pastinya memiliki latar belakang social yang berbeda beda. Pada kesempatan kali ini kami Tim Sekolah Pasar angkatan 3 berkesem patan mengulik sebuah cerita dari pedagang pasar desa Nirmala yaitu ibu Fitriana

       Ibu Fitriana adalah salah satu pedagang pasar desa Nirmala yang mana beliau membuka warung masakan padang. Orang orang pasar kerap menyapa bliau dengan panggilan bu fitri, bu fitri ini telah berjualan di pasar desa Nirmala selama kurang lebih Dua tahun. Pada awalnya bu fitri berjualan di depan masjid da’wah padokan menggunakan gerobak dorong, pada awal tahun 2020 bu fitri memutuskan untuk berjualan di dalam lingkungan pasar desa Nirmala, karna dengan berpindah lokasi berjualan menurut bu fitri lebih efisien dan juga lebih menguntungkan dari segi pendapatan pada saat itu. Namun sejak pandemic menyerang sejak akhir maret 2020 membuat pendapatan beberapa pedagang menurun, tidak terkecuali warung bu fitri, saat masa pandemic bu fitri tetep berjualan seperti biasanya dari jam 6 pagi sampai jam 12:30 beliau mengatakan yang membuat dia semangat berjualan adalah “ya…demi anak mas” , bu firi sendiri mempunyai 4 orang anak, yang mana 3 diantaranya masih sekolah dan masih menjadi tanggungan bu fitri, Bu fitri ingin anaknya lebih baik dari beliau supaya nantinya anaknya dapat menjadi seseorang yang Hebat.

            Bu fitri sendiri berharap untuk pasar desa Nirmala agar kerukunan antar pedagang bias terjalin beliau ingin dengan pedagang di depan pasar biasa berpindah  ke dalam pasar agar semuanya terpusat danjuga beliau ingi pasar desa Nirmala di percantik dengan membuat Taman atau semacamnya

Categories
Buletin Pasar Pasar Kowen Sidokarto

Buletin: Pak Karto Ceriyos Edisi 3 – MoU Pedagang Pasar Kowen

Categories
Buletin Pasar Pasar Kowen Sidokarto

Buletin: Pak Karto Ceriyos Edisi 2 – Momentum Bulan Rajab

Categories
Buletin Pasar Pasar Kowen Sidokarto

Buletin: Pak Karto Ceriyos Edisi 1- Paguyuban Pasar Kowen

Categories
Pasar Kowen Sidokarto

Lembaga Pengabdian Masyarakat UIN Suka Prakarsai sekolah Pasar

Di era persaingan global sekarang ini tidak hanya dikalangan guru, perbangkan, pengusaha dan seterusnya yang membutuhkan peningkatan profesionalitas SDM, semua elemen bangsa harus maju bersama mengikuti perkembangan jaman yang begitu pesat. Demikian juga para pedagang pasar dan manajemen pengelolaan pasar tradisional. Dibutuhkan kepedulian semua pihak agar keberadaan pasar tradisional tidak tergerus oleh kemajuan perdagangan modern.

Peduli akan hal itu, Lembaga Penelitian dan Pengadian Masyarakat, UIN Sunan Kalijaga menggagas program kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diberi nama “Sekolah Pasar.” Agenda perdana program ini, yakni diselenggarakannya kegiatan Pelatihan Pengelola dan Pedagang Pasar, bertempat di Balaidesa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Babupaten Bantul, 4/12/2020. Pelatihan kali ini diikuti sejumlah 12 orang pengelola pasar dan 45 orang pedagang dan calon pedagang pasar. Pelatihan yang mengangkat tema “Optimalisasi Peran Pasar Dalam peningkatan perekonomian Desa ini diikuti puluhan pedagang pasar, calon pedagang pasar dan pengelola pasar di lingkup Desa Tirtonirmolo dengan antusias.

Turut Hadir dalam agenda ini memberikan wejangannya kepada para pengelola dan pedangan pasar antara lain, Camat Kasihan, Slamet Santosa, SIP., Wakil Ketua III DPRD Bantul, Damba Aktifis, SH., Pj. Kepala Desa Tirtonirmolo, Nanang Mujianto, S. STP., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Suka, Dr. Muhrisun, S.Ag, BSW, M.Ag, MSW., Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UIN Suka, Trio Yonathan Teja Kusuma, S.T., M.T., dan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerja-Sama, Dr. abdur Rozaki, M.Si., yang hadir secara online.

Dalam laporannya, Trio Yonathan menyampaikan kegiatan ini merupakan kontribusi pengabdian masyarakat dari kampus untuk Desa Tirtonirmolo yang sebentar lagi akan membuka pasar baru yang diberi nama Pasar Nirmala. Pasar yang berdiri di atas tanah kas desa ini dibangun untuk mewadahi para pedagang pasar yang menjajakan dagangannya di pinggir-pinggir jalan. Dengan kontribusi pelatihan semacam ini diharapkan akan membantu pesatnya pengelolaan dan perkembangan Pasar Nirmala yang akan segera dibuka. Pelatiahan dilakukan dalam kelompok-kelompok klas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, sehingga aman dan materi mudah terserap.

Muhrisun menambahkan, UIN Sunan Kalijaga tidak ingin menjadi kampus bertaraf internasional, tetapi lingkungannya sendiri terlupakan. Selama ini ia disibukkan dengan riset dan pengabdian masyarakat di luar negeri, sampai 5 benua sudah ia sambangi. Sudah banyak ilmu dan pengalaman dari luar negeri. Maka dari itu sebagai Kepala LPPM UIN Suka yang baru saja menjabat, ia ingin banyak meluangkan waktunya untuk masyarakat setempat. Berbagi pengalaman dengan masyarakat Yogyakarta, bersinergi, saling belajar. Melalui pelatihan semacam ini dapat dilanjutkan pengembangan riset yang memberdayakan masyarakat desa, jelas Muhrisun.

Slamet Santosa menyampaikan, pelatihan semacam ini penting artinya baik untuk para pedagang maupun pengelola pasar, sebagai upaya untuk menyamakan persepsi, langkah cepat apa yang harus dilakukan agar pasar dapat berkembang pesat tidak sekedar untuk berjualan, tetapi pasar bisa memiliki daya tarik bagi masyarakat luas gemar mengunjungi pasar. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para pedagang dan meningkatkan pendapatan daerah. Pengelola dan pedagang pasar juga memiliki tanggungjawab pengelolaan kios pasar dalam jangka panjang, hingga dapat dimanfaatkan turun temurun. Damba Aktifis, SH.,selaku wakil rakyat Kabupaten Bantul menambahkan, pihaknya berharap kampus UIN Sunan Kalijaga terus melanjutkan kegiatan semacam ini. Bantul sangat membutuhkan kepedulian perguruan tinggi untuk ikut mengembangkan eksistensi pasar-pasar tradisional di wilayah DIY menjadi Pasar wisata. Masih ada sejumlah kurang lebih 32 pasar tradisional yang memayungi 8186 pedagang yang perlu memperoleh pelatihan-pelatihan untuk mengembangkan eksistensi pasar tradisional.

Dr. Rozaki dalam wejangannya antara lain menyampaikan, trend pasar harus berubah menyesuaikan kemajuan jaman. Pengelola dan pedagang pasar harus mampu menciptakan suasana pasar yang tidak hanya menarik masyarakat untuk membeli dagangan, tetapi juga mencari kebahagiaan di pasar. Merosotnya minat masyarakat mengunjungi mall, karena sekarang lebih suka belanja online bisa menjadi pecelut pasar tradisional untuk bangkit menata kondisi pasar menjadi arena belanja, rekreasi, sekaligus membuang kejenuhan dengan berkunjung ke pasar. Itu yang menjadi harapan Presiden Jokowi, sehingga beliau rela blusukan ke pasar pasar melakukan pendampingan sendiri kepada para pedagang pasar, agar dapat mengubah mindset pedagang pasar menjadi profesi yang kreatif dan inovatif. Maka penting artinya pelatihan-pelatihan semacan ini dilakukan berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitas, perluasan jaringan, kemampuan berorganisasi, pemahaman kemajuan teknologi, pendekatan dengan institusi ekonomi, dan seterusnya, agar para pengelola dan pedagang pasar dapat mengelala pasar menjadi pasar yang bersih, sehat, nyaman dan berkeadilan, dan berkembang menjadi pasar wisata. Kampus UIN Suka berkomitmen untuk melakukan itu semua.

Sementara itu para narasumber pelatihan yang hadir pada agenda ini terdiri dari para dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang memiliki banyak pengalaman praktis di bidang keilmuannya. Yakni; Dwi Agustina Kurniawati, Ph.D. menyampaikan materi pelatihan tentang; penyajian dan penyimpanan barang dagangan yang baik. Riswanti Budi Sekaringsih, M. Sc., dengan materinya; pelayanan terbaik dalam jual beli. Siti Aminah, S. Sos.I., M. Si., tentang; kode etik pedagang pasar. Ira Setyaningsih, M. Sc. tentang; isu lingkungan, sanitasi, pengelolaan kebersihan dan sampah. Miftakhul Choiri, S. Sos.I., M.Si., tentang; aspek pembukuan keuangan dan permodalan. Taufik Aji, M.T., tentang ; teknik pengemasan. Jeihan Ali Azhar, S.Si., M.E.I., tentang; tata kelola pasar terpadu. Arya Wirabuana, S.T., M. Sc., tentang; swakarsa dalam K3P (keselamatan, keamanan dan ketertiban pasar). Dinik Fitri Rahajeng Pangestuti, M. Ak., tentang; pengelolaan keuangan pasar. Alex Fahrur Riza, M. Sc., tentang; teknik promosi pasar.

Para peserta pelatihan mengaku senang mengikuti agenda ini, selain tambah wawasan, pengalaman, dan tambah ilmu dari para akademisi UIN Suka, juga dapat berkeluh kesa dengan para pejabat di wilayahnya. (Weni/Dimas)